Cari

Memuat...

Motivasi

Orang-orang yang serius berbeda dengan orang yang tidak serius. Dilihat dari segi cara kerja dan keseriusan-keseriusan yang lain

Minggu, 09 Desember 2012

Kimia Organik

Kimia organik merupakan percabangan studi ilmiah dari ilmu kimia mengenai struktur, sifat, komposisi, reaksi, dan sintesis senyawa organik. Senyawa organik tersusun terutama oleh karbon dan hidrogen, dan dapat mengandung unsur-unsur lain seperti nitrogen, oksigen, fosfor, halogen dan belerang.

Kata organik merupakan istilah yang digunakan pada awal perkembangan ilmu kimia (abad ke-18) yang ditandai oleh adanya pengelompokan senyawa-senyawa kimia menjadi dua golongan besar yaitu senyawa organik dan senyawa anorganik. Dasar yang digunakan dalam pengelompokan pada masa itu adalah asal usul atau sumber penghasil senyawanya. Senyawa-senyawa yang berasal dari tumbuhan atau hewan di kelompokkan dalam senyawa organik (kata organik berkaitan dengan kata organisme, yang artinya makhluk hidup), sedangkan yang dihasilkan oleh mineral (bukan makhluk hidup) termasuk golongan senyawa anorganik. Pada waktu itu diyakini bahwa senyawa organik hanya dapat terjadi oleh adanya pengaruh dari daya yang dimiliki oleh makhluk hidup (vital force atau vis vitalis).
 

Pada tahun 1828 Friedrich Wohler berhasil membuat urea (senyawa organik) dari amonium sianat (senyawa anorganik), membuat keyakinan adanya pengaruh “vital force” atau “vis vitalis” dalam pembentukan senyawa organik semakin goyah. Bahkan setelah kimiawan lain berhasil membuat beberapa senyawa organik di laboratorium, pada akhirnya keyakinan tersebuit tidak dapat dipertahankan lagi. Dalam perkembanga selanjutnya diperoleh kesimpulan bahwa diantara senyawa organik dan senyawa anorganik tidak ada perbedaan mengenai hukum-hukum kimia yang berlaku.

Meskipun demikian dalam pengkajiannya senyawa organik dan senyawa anorganik perlu dipisahakn dalam cabang kimia yang spesifik. Yang menjadi dasar pertimbangan dalam hal ini adalah jumlah senyawa organik jauh lebih banyak daripada senyawa anorganik dan semua senyawa organik memiliki atom karbon, yang memiliki keunikan dalam membentuk rantai antar atom karbon dan memiliki sifat-sifat yang khas.

Dari dasar yang menyatakan bahwa semua senyawa organik mengandung unsur karbon, seharusnya kimia organik dinamakan kimia senyawa karbon. Namun dalam perkembangannya sampai sekarang penggunaan istilah senyawa organik tetap dipertahankan, tetapi dengan pengertian bahwa senyawa-senyawa yang dikaji dalam kimia organik( senyawa organik) tidak lagi diartikan sebagai senyawa yang hanya dapat dihasilkan oleh makhluk hidup.

Sumber :
http://id.wikipedia.org/wiki/Kimia_organik
Parlan & Sukarianingsih, D. 2003. Kimia Organik I. Malang : Jurusan kimia FMIPA UM


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Share it

Cara Melewati adf.ly saat menggunakan Opera Mini

1. Masuk Ke URL/ tekan #+1
2. Pastekan kode: javascript:alert(showskipad)
3. Tekan ok lalu klik skip pada adf.ly

iklan-iklan

 photo kopi_zps4f0a1236.jpg